Jumat, 07 Juni 2013 - 15:49:08 WIB
Sistem Pendidikan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Home - Dibaca: 6054 kali

MUQADIMAH

 

Ketika banyak lembaga pendidikan kesulitan menghadapi penetrasi moderenisasi dan globalisasi, dan terpaksa menelan mentah-mentah segala nilainya, pesantren justru menjadi lembaga paling siap melakukan dialog secara kritis dengan perkembangan dan segala perubahan. Hingga sekarang, pesantren tetap mampu mempertahankan nilai-nilai baik yang mentradisi dan terbuka lebar untuk menjemput nilai-nilai baru yang lebih baik. Kian banyak pesantren mampu menawarkan pendidikan alternative dan mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat.

 

 

  1. Pesantren Modern  al-Amanah  menawarkan sebuah pendidikan yang terpadu, integral, holistik     dan spiritualis.
  2. Ilmu hakekatnya dari Alloh SWT, guru dikelas adalah “perantara”, yang bisa kita lakukan adalah menyempurnakan ihtiar. Ilmu akan diberikan kepada mereka yang “pantas” menerima. Maka aktifitas dan ihtiar seperti “selalu memiliki wudlu sebelum belajar dan mengajar, shalat malam, shalat jamaah, shalat dhuha, dzikir dan doa adalah bagian “terpenting” untuk mendapatkan  ilmu. Disamping belajar tekun, disiplin, penuh motivasi, bercita-cita dan lain-lain.
  3. Kurikulum Departemen Agama atau Pendidikan Nasinal dipadu dengan kurikulum yang     dikembangkan pesantren, menjadi kurikulum yang saling mengisi,  menguatkan dan saling   melengkapi.
  4. Lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat terintegrasi dan ketiganya dirancang menjadi  lingkungan kondusif untuk “pembelajaran”. Pesantren tidak hanya “jajaran gedung yang bisu”, tapi sebuah lingkungan  yang dirancang walau sangat sederhana yang mampu “bicara” hingga  peserta didik atau siapapun ter “stimulasi” untuk belajar.
  5. Ilmu yang terbagai dalam banyak “tema” hanya untuk memudahkan “belajar”.                Pesantren  memberi ruang peserta didik untuk berfikir “holistik”, beragam  ilmu harus  menyatu dan memberikan kemampuan peserta didik untuk selalu belajar dan merespon  realitas sosialnya dengan jawaban terbaik.

Dengan konsep ini, terbukti kami mampu mengantarkan santri menjadi pribadi yang siap belajar, diberbagai perguruan tinggi dan juga di tengah masyarakat. Mereka tahu apa yang harus dilakukanya, sadar kepada siapa harus bertanggung jawab.

Lembaga Lembaga Pendidikan  Yang Dikembangkan Pesantren Modern  al-Amanah

  

 

MADRASAH ALIYAH BILINGUAL

VISI:

TUMBUH DAN BERKEMBANGNYA MANUSIA YANG SELALU BERFIKIR, BERDZIKIR DAN BERAMAL 

MISI:

  1. Menghidupkan ghiroh beribadah dan beramal
  2. Menanamkan akhlak al-karimah
  3. Mengembangkan pendidikan yang memiliki tradisi keseimbangan dan keunggulan: intelektual, Emosional dan spiritual

Madrasah Aliyah Bilingual (MAB). Menggunakan dua kurikulum; kurikulum departemen agama dan kurikulum pesantren modern al-Amanah. Kurikulum pesantren bertumpu pada kalimat “al-Qur’an dan bahasanya” yang rincinya adalah mampu membaca al-Qur’an dengan baik, mampu membaca dan menulis huruf Arab, mampu menggunakan bahasa al-Qur’an dalam percakapan harian, hafal sebagian ayat-ayatnya (3 juz), mampu menterjemahkan al-Qur’an dari awal hingga akhir dan mampu mengakses kitab-kitab tafsir dalam bahasa Indonesia maupun Arab.

Kedua Kurikulum tersebut dilaksanakan secara terpadu dengan system “full day school”, karena itu proses pendidikannya 24 jam, kelas formal dimulai pukul 06.30 WIB sampai pukul 15.00 WIB, selebihnya santri di bawah lingkungan pesantren. 

 

 

 

 

SMP BILINGUAL TERPADU

VISI:

MENGEMBANGKAN TRADISI KESEIMBANGAN MENUJU MANUSIA SEUTUHNYA 

MISI:

  1. Kesempurnaan iman dan taqwa
  2. Kemuliaan akhlak
  3. Keunggulan prestasi
  4. Budaya kerja keras dan orientasi kualitas

 

SMP Bilingual Terpadu (SMP Bilter) menggunakan dua kurikulum: Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional dan Kurikulum Pesantren Modern al-Amanah. Kedua kurikulum dilaksanakan secara padu dengan sistem “full day school”, karena itu proses pendidikannya 24 jam, kelas formal dimulai pukul 06.30 WIB sampai pukul 15.00 WIB, selebihnya santri di bawah lingkungan pesantren.

Konsentrasi kurikulum pesantren adalah Pertama, pemberian dasar-dasar agama: tauhid, fiqih, al-Qur’an, hadits, tajwid, tafsir, nahwu shorof dan muhadatsah dengan rujukan kitab-kitab klasik. Kedua, penanaman amaliyah dalam kehidupan sehari-hari dibawah  bimbingan dan dampingan ustadz-ustadzah. Ketiga, pengembangan ketrampilan berbahasa: Arab, Inggris, dan Jawa (kromo).

 

 



Copyright © 2013 by al-Amanah's Teams