Rabu, 12 Juni 2013 - 22:36:32 WIB
Pembukaan Pengajian Ramadhon
Diposting oleh : Administrator
Kategori: KegiatanPesantren - Dibaca: 268 kali

Ramadhan selalu menjadi momen penting bagi al-Amanah, begitu pentingnya sehingga tidak ada liburan bagi santri namun justru diselenggarakan srangkaian kegiatan khusus untuk menyambut kedatangannya. Kegiatan-kegiatan khas selama Ramadhon diantaranya kajian kitab kuning sesuai dengan tingkat kelas masing-masing yang tidak diajarkan pada hari-hari biasa. Sedangkan rangkaian ibadah khusus yang harus dijalani santri selama bulan Ramadhon diantaranya; sholat Tarawih pada pukul 01 00, kewajiban menghatamkan bacaan al-Quran 1x30 juz selama bulan Ramadhon di pesantren dan menyetorkan hafalam al-Qur’an sebagai persyaratan perpulangan liburan idul fitri.

Maka selama Ramadhon suasana pesantren seakan tidak perna mati, siang malam santri melakukan beragam aktifitaskeilmuan dan ibada; membaca al-Quran atau menghafalkannya untuk mengejar target hafalan yang harus diselesaikan. Beberapa santri melaksanakan aktifitas tersebut di masjid, sementara yang lain di kelas, di kamar, ada pula yang membaca dan menghafalkan al-Quran di bawah pohon yang teduh sembari memandang persawahan yang hijau. Sedangkan setelah sholat Ashar dan Isya mereka harus mengikuti pengajian kitab-kitab tersebut.

Untuk menyambut ramadhan diselenggarakan acara khusu, yakni “Pengajian Pembukaan Ramadhan”. Hari Sabtu, tanggal 30 Juli 2011, tepat pukul 20 00 WIB kegiatan tersebut diselenggarakan. Diawali dengan persembahan sholawat oleh santri, acara dilanjutkan dengansari tilawa, sambutan panitia dan Hifdzil-Quran bil-Ghoib oleh santri putrid Aliyah dan dilanjutkan tausiya oleh Pengasuh Pesantren Modern al-Amanah, KH. Nurcholis Misbah.

Dalam tausiyahnya pengasuh menasehatkan; ada konsep-konsep yang harus kita pegang, yakni:

Pertama, bahwa derajat terbaik manusia di sisi Alloh, hanya satu ukurannya; bukan pada tinggi tubuhnya, bukan karena elok wajahnya, tapi terletak pada ketaqwaannya. Dalam al-Quran ada seorang tokoh yang disebutkan secara khusu, yaitu Lukman al-Hakim. Ia dijadikan teladan bagi manusia bukan karena harta kekayaannya, jabatanya, apa lagi betuk tubunya yang gagah, karena menurut kisa ia merupakan orang yang bertubuh pendek dan berlambut kriting dengan wajah yang tidak elok. Ia dimulyakan Alloh kesempurnaan taqwanya.

Kedua, untuk mencapai gelar muttaqin itu sangat sulit dan panjang. Banyak orang yang berijtihat guna menemukan cara untuk menuju ke hadirat Alloh dengan berbagai rangkaian dzikir, riadho dan ibadah. Untuk menuju ke sana ada amalan-amalan yang harus dilakukan setiap hari, mingguan, bulanan bahkan setahun sekali dengan tujuan agar mereka menjadi orang yang bertaqwa. Kendati begitu, kadang-kadang banyak pula orang yang tidak mampu sampai ke tujuan.

Alloh tahu persisi begitu sulitnya manusia untuk menjadi taqwa, maka Alloh mencipta cara termudah agar seseorang dengan  cepat menjadi orang taqwa, yakni melalui ramdhon dan rangkaian ibadah yang ada di dalamnya. Karena itu, mari kita isi ramadhan dengan serangkai ibadah yang mampu menghantarkan kita menjadi orang yang muttaqun. Amin.



//
Edited © 2013 by al-Amanah's Teams