Jumat, 21 Februari 2014 - 13:06:50 WIB
Hidup Ini Tak Mengenal Siaran Tunda
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Motivasi Islam - Dibaca: 1312 kali

Hari Jumat ini belum tentu sama dengan Jumat esok hari. Bulan Desember ini juga bukan bulan Desember selanjutnya, Tahun ini tentu juga berbeda dengan tahun kemarin dan tahun-tahun depan. Dan yang paling penting adalah tak ada satu makhluk pun di dunia ini yang berani menjamin bahwa esok pagi, matahari akan terbit kembali seperti hari ini, sebagaimana tak ada seorang pun yang berani menjamin kalau besok kita akan kembali bernapas seperti hari ini.

Sebuah roda yang berputar sangat kencang bak roda kereta eksekutif Argobromo jurusan Surabaya-Jakarta yang tak bisa terhenti oleh kereta apapun. Hanya saja kita tak pernah sadar bahwa sesungguhnya kita telah menaiki sebuah kereta bumi yang sedang berputar sangat kencang. Ketika roda itu berhenti satu detik saja, maka ribuan bahkan jutaan manusia akan bergelimpangan dan terkapar menjadi mayat-mayat yang segera akan membusuk dan dipanggil oleh penciptanya untuk dimintai pertanggung jawabnnya.

Hidup ini adalah momentum, setiap detik, setiap napas, dan setiap kedipan mata adalah sebuah masa emas yang hanya kita yang bisa menggoreskannya, entah dengan apa kita memulainya, dengan tinta emas, atau malah mengotorinya dengan kesalahan-kesalahan yang disebabkan kebodohan kita. Yang jelas semua itu kitalah yang mempertanggungjawabkannya di hadapan Sang Pencipta, sekecil apapun itu. Maka tidak heran di belahan bumi Allah sebelah barat sana, ada sekelompok manusia yang sampai menganggap waktu, masa, atau momentum ini adalah uang. Sementara di bagian bumi Allah yang lain juga bersumpah bahwa waktu adalah pedang yang harus kita potong, Kalau kita tidak sanggup memotongnya maka kitalah yang akan tertebas olehnya. Bahkan lebih dari itu, Allah pun bersumpah dengan masa dalam kitab-Nya, demi menunjukkan kepada manusia arti penting dari setiap detik dan setiap napas dalam hidup mereka.

Ya Rabbi, betapa misteriusnya waktu, muda, kuat, sehat, luang, kaya, hidup yang menjadi momentum bagi masa depan yang tak kenal batas bagi kita nanti. Apakah dengan momentum ini kita menjadi bahagia yang abadi atau justru menjadikan kita sengsara tanpa henti sepanjang masa? Kitalah yang menentukan. Demi Allah, hidup ini tak mengenal siaran tunda.

Sungguh benar apa kata Rasulullah, hidup ini ibarat seorang manusia yang sedang melakukan perjalanan. Setelah merasa lelah ia beristirahat di bawah pohon yang rindang lalu tertidur sebentar dan melanjutkan hingga sampai tujuan. Hidup kita adalah momentum, sedetik kita adalah momentum, sehelai nafas kita juga adalah momentum, maka mari kita jadikan momentum itu sebuah bekal dan terus berbekal. Bukankah momentum itu tidak akan pernah kembali dan hanya sekali dalam seumur hidup? Itulah yang disebut hidup tak mengenal siaran tunda. Akankah kita berakhir dengan gagah dan bahagia? Ataukah hanya menjadi pengecut di hadapan Allah SWT? Demi Allah, hidup ini adalah sebuah momentum dan tak mengenal siaran tunda. Maka sebaik-baik manusia adalah yang bisa memanfaatkan momentum hidupnya demi sebuah kebahagian yang tak terhingga. Wallahu a'lam.

Oleh : Fahrizal Ischaq

Pondok Pesantren Modern  Al Amanah Krian

 








    Admin Zyi



Copyright © 2013 by al-Amanah's Teams