Tulis & Tekan Enter
Logo
images

APEL TA'ARUF SANTRI BARU

APEL TAARUF SANTRI BARU

APEL TA'ARUF SANTRI BARU

 

Senin, 24 Juni 2019, Seluruh santri dan dewan asatidz/dzah melaksanakan upacara "Apel Taaruf Santri Baru". Kegiatan ini mengawali rangkaian acara Masa Taaruf Santri Baru/MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) yang berlangsung selama 4 hari di Madrasah Aliyah Bilingual dan 3 hari di SMP Bilingual Terpadu.

 APEL TA'ARUF SANTRI BARU

Ini merupakan kesempatan kali pertama seluruh santri, baik yang baru maupun lama, bertatap muka dengan para asatidz/dzah setelah liburan dan perpulangan selama 25 hari. Terlihat rona bahagia di wajah mereka.

 APEL TA'ARUF SANTRI BARU

Pada momen ini, Bapak Pengasuh banyak memberikan nasihat dan motivasi kepada para santri, khususnya santri baru. Beliau berharap semua santri baru dapat lulus melewati masa taaruf dan masa penyesuaian selama 40 hari ke depan. Untuk dapat lulus melewati proses tersebut sehingga santri memiliki jiwa yang tangguh dan tahan banting, mereka harus bisa melakukan beberapa hal di antaranya:

  1. To do, berlatih melakukan segala aktivitas dengan ilmu dan adab/akhlak karena semua hal kecil yang kita lakukan selalu diawasi oleh Allah. Selain itu, kesuksesan seseorang tidak hanya bergantung pada kecerdasannya, tetapi juga kualitas akhlaknya.
  2. Santri harus bisa ikhlas agar bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian di pesantren sehingga dapat menjadi santri yang memiliki jiwa tangguh yang mampu bertahan dari segala terpaan.
  3. Belajar dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan yang ada sebaik-baiknya.
  4. Bergaulah dengan siapapun dengan akhlak yang baik. Para santri hendaknya dapat menghargai dan menyayangi semua teman, siapapun itu. Jangan melakukan tindakan yang dapat meninggalkan goresan dendam karena adanya teman di pesantren akan dapat merekatkan rasa persaudaraan untuk saling menjaga, tolong-menolong, dan saling memotivasi.

 

Usai apel taaruf, acara dilanjutkan dengan halal bi halal seluruh  santri dengan para asatidz/dzah. Semoga momentum ini menjadi awal yang baik untuk memantik semangat para santri agar bisa berlomba-lomba menjadi individu yang dicintai Allah dan Rosul-Nya, dicintai masyarakat, dan dibutuhkan masyarakat. (SMR)



Tinggalkan Komentar