Tulis & Tekan Enter
Logo
images

PANEN RINDU DI HARI YANG DITUNGGU

PANEN RINDU DI HARI YANG DITUNGGU

PANEN RINDU DI HARI YANG DITUNGGU

 

     Hari yang dinanti-nanti akhirnya tiba. Antusiasme para santri sangat tampak dalam menyambut tradisi perpulangan menjelang Lebaran. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perpulangan santri dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dikhususkan untuk santri putra yang dilaksanakan pada hari Minggu, 25 Mei 2019 dan gelombang kedua untuk santri putri pada hari Senin, 26 Mei 2019.  Para wali santri juga tidak kalah antusiasnya. Sejak pagi mereka sudah mulai berdatangan dan berbondong-bondong menjemput sang buah hati kesayangan. Tampak jelas rona bahagia terpancar di wajah mereka.

 PANEN RINDU DI HARI YANG DITUNGGU

     Tradisi perpulangan dilakukan dua kali dalam setahun. Untuk bisa sampai pada tahap ini,  butuh perjuangan yang tidak mudah. Mereka harus menuntaskan beberapa persyaratan yang tidak boleh ditawar, seperti menyelesaikan target hafalan, khatam Alquran 30 juz, tuntas tugas akademik di sekolah yang berkenaan dengan penilaian akhir semester, dan tuntas administrasi sekolah. Hal ini sebagai wujud penguatan pendidikan karakter bagi santri agar mereka menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan memiliki kedisiplinan yang tinggi.

 PANEN RINDU DI HARI YANG DITUNGGU

     Sebelum prosesi perpulangan yang ditandai dengan tradisi salam-salaman dengan Bapak/ Ibu Pengasuh dan para asatidz/dzah, wali santri harus mengikuti acara istighosah terlebih dahulu di masjid sekaligus mendengarkan tausiah dari Bapak Pengasuh Pesantren Modern al-Amanah.  Dalam tausiahnya, Bapak Pengasuh menitipkan sedikit pesan untuk para wali santri. Pertama, wali santri diharapkan dapat melanjutkan program pondok dengan tetap menjaga kegiatan-kegiatan spiritual anak-anak di rumah. Kedua, wali santri harus bisa mendampingi dan mengontrol anak-anak dalam menerima informasi karena di luar saat ini sedang mengalami banjir informasi baik melalui mainstream maupun media sosial yang apabila  tidak ada pendampingan secara intensif,  mereka bisa tenggelam di dalamnya. Jika diibaratkan, ada banyak kolam di depan mereka dan rasa penasaran anak-anak untuk dapat masuk ke dalamnya begitu besar, padahal mereka tidak tahu seberapa dalam kolam tersebut sementara mereka tidak punya kemampuan berenang. Ketiga, diharapkan orang tua ikut mendukung kedisiplinan pesantren untuk bisa datang kembali tepat waktu agar anak-anak juga terbiasa dengan penegakan kedisiplinan dalam kehidupan mereka.

Akhirnya,  kami ucapkan selamat berlibur dan semoga ilmunya bermanfaat di lingkungannsekitar selama liburan.

~SMR

 

#libur

#alamanahjunwangi

#santriabahnur

#pesantren

 

 



Tinggalkan Komentar