Tulis & Tekan Enter
Logo
images

PT INAVIGA INDONESIA Selenggarakan Workshop Edukasi Gizi di Junwangi

Workshop Edukasi Gizi dan Keamanan Pangan untuk Mendukung Prestasi Siswa dan Santri

Perkembangan teknologi yang semakin pesat seiring zaman membawa banyak dampak di segala aspek kehidupan. Pemanfaatan teknologi pangan adalah salah satu dampak yang dapat kita rasakan pada makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Bagi sebagian pihak, pemanfaatan teknologi pangan sangat membantu dalam berinovasi untuk membuat bahan pangan yang bernilai gizi tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan. Namun, bagi sebagian pihak lain, teknologi pangan digunakan untuk meraup keuntungan semata tanpa memerhatikan dampak negatif yang ditimbulkan bagi kesehatan, salah satunya penyalahgunaan BTP (Bahan Tambahan Pangan).

Berlatar belakang hal tersebut, maka pada Sabtu (23/11), "Workshop Edukasi Gizi dan Keamanan Pangan untuk Mendukung Prestasi Siswa dan Santri" diselenggarakan di Pesantren Modern al-Amanah yang bertempat di Gedung Siti Zahro lantai 3. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Pesantren Modern al-Amanah dengan PT. Industry Navigator Indonesia (Inaviga). Adapun peserta workshop adalah seluruh dewan asatidz dan beberapa perwakilan santri.

Kegiatan ini sangat penting dalam menambah wawasan tentang makanan dan minuman yang sehat dan bergizi agar para asatidz dan santri semakin memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Hal ini tentunya sesuai dengan Firman Allah dalam Surat Abasa ayat 24 yang artinya "Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya". Seperti yang dikutip dari paparan 2 pemateri yaitu Dra. Retno Chatulistiami P., Apt., selaku Kepala Bidang Infokom Balai Besar POM Surabaya dan Dr. Anis Catur, selaku Dosen Gizi Masyarakat Indonesia Universitas Airlangga, bahwa bahan pangan yang aman dikonsumsi harus terbebas dari 3 hal: bahaya biologis, bahaya kimia, dan bahaya fisik. Oleh karena itu, kita sebagai konsumen harus lebih jeli dan pintar dalam memilih makanan terutama yang berasal dari bahan pangan olahan. Ada 4 cara yang bisa diterapkan untuk mengindari makanan olahan yang berbahaya: 1) cek kemasan, 2) baca label, 3) cek izin edar (No. BPOM/ P-IRT, 4) cek tanggal kedaluwarsa.img_7691

Lebih lanjut, Dr. Anis juga menambahkan bahwa penggunaan MSG untuk cita rasa makanan dianggap aman karena MSG memiliki kandungan sodium lebih rendah dibanding garam. Kandungan glutamat dan asam amino yang ada dalam MSG juga sama dengan yang ada dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari seperti tomat, keju parmesan, jamur kering, Air Susu Ibu, dan sejumlah buah serta sayuran. SMR.

#inaviga #edukasigizidankeamananpangan #workshopguru #inavigaindonesia #pesantrenmodernalamanah #gizi #keamananpangan #workshopedukasigizi #mendukungprestasisiswa #sidoarjo


TAG

Tinggalkan Komentar