Tulis & Tekan Enter
Logo
images

ULAMA SURIAH, KERUKUNAN INDONESIA SUMBANGAN BESAR PERDAMAIAN DUNIA

Oleh ; Fahrizal Ischaq

Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Suriah 2007-2008 dan Pimpinan Pesantren Modern Al-Amanah, Junwangi, Sidoarjo

Wakil Rektor Universitas Bilad Asy-Syam Prof. Dr. Abdussalam Rajih bersama Konsuler KBRI Damaskus Suriah Abdul Kholiq mengunjungi Pesantren Modern Al-Amanah, Krian, Sidoarjo dan beberapa Pesantren dan media di Jawa Timur, kunjungan kali menjadi istimewa karena Syeikh Abdussalam membawa pesan perdamaian dunia di berbagai kesempatan. Menurut beliau cukuplah Suriah menelan pahitnya peperangan, Indonesia dengan keagungan akhlaq masyarakatnya harus menjadi percontohan kerukunan dan perdamaian dunia.

Masyarakat muslim Indonesia hafal saat diminta menyebutkan tempat-tempat tujuan wisata seperti Paris dengan menara Eifelnya, Malaysia dengan Twin Towernya, Italia dengan Menara Pisanya dan lain sebagainya. Namun sayang sekali, mereka terkadang banyak yang tidak tahu ketika diminta untuk menyebutkan tempat-tempat bersejarah bagi Islam, salah satunya negeri Syam. Negeri Syam adalah tempat fenomenal bagi umat Islam yang keutamaannya langsung disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Selain ke Pesantren, Wakil Rektor Universitas Bilad Asy-Syam, Damaskus, Suriah, Prof. Dr. Abdussalam Rajih juga mengunjungi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA)  ia menyatakan sangat terhormat bisa berkeliling di beberapa Universitas dan balai pendidikan Islam dan menjadi tamu kehormatan di Indonesia. Selain itu, ia sangat senang dan bahagia terhadap peran ulama Indonesia yang turut menjaga wilayah ini, karena sebagian dari mereka banyak terlahir dari pengkaderan pendidikan dari rahim negeri Syam. Dalam kunjungan beliau ke UINSA dan dihadapan para Warek beliau menjelaskan tentang pentingnya Perguruan Tinggi Islam sebagai inkubator nilai-nilai kerukunan dan perdamaian dunia, hal ini diamini oleh Prof. Dr. Ali Aziz sebagai guru besar UINSA yang hadir mendampingi para Wakil Rektor UINSA saat itu.

Wakil Rektor Universitas Bilad Asy-Syam Damaskus Suriah Prof. Dr. Abdussalam Rajih menjelaskan Keutamaan Negeri Syam “Berbagai lembaga pendidikan mulai dari universitas hingga pondok pesantren mempunyai peran sangat penting untuk masa depan bangsa, karena tantangan masa depan itu luar biasa dan jawaban dari tantangan itu adalah ilmu,” tuturnya. Maka dari itu, Abdussalam Rajih menyebut tujuannya ke Indonesia untuk memberikan semangat kepada lembaga-lembaga pendidikan, untuk tetap teguh memperjuangkan keilmuan dalam jalan yang diridai Allah subhanahu wa ta’ala.

Dalam pidatonya di hadapan ribuan santri Pondok Junwangi sebagai pembuka kalimat sebelum peresmian Gedung Siti Zahro tersebut, Abdussalam Rajih memulai pembahasan dengan menyebutkan keutamaan negeri Syam (saat ini Suriah, Palestina, Yordania dan Libanon). Ia menyebut, ada banyak sekali kitab yang membahas fadhail Syam (keutamaan negeri Syam), di antaranya kitab karangan Ali ibn Muhammad Abul Hasan yang membahas 119 hadits dalam kitab tersebut. “Hadis-hadis itu ada yang derajatnya sahih, hasan, dhaif (lemah) bahkan palsu,” ujarnya.

Dari sekian ratus hadits yang menceritakan keutamaan negeri Syam, Abdussalam menyebutkan beberapa yang berkualitas sahih.

“Rasulullah bersabda: “Kebaikan pada negeri Syam. Kami bertanya, ‘Mengapa wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda: ‘Karena malaikat rahmah (pembawa kebaikan) mengembangkan sayap di atasnya.” (HR Tirmizi)

Kemudian ia melanjutkan hadits yang kedua, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya saya melihat seakan-akan tonggak al Kitab telah tercabut dari bawah bantalku. Maka, aku mengikutinya dengan pandanganku. Tiba-tiba terdapat cahaya terang-benderang yang mengarah menuju Syam. Ketahuilah, sesungguhnya iman, apabila telah terjadi beragam fitnah, berada di Syam”.

Syekh Abdussalam juga menjelaskan keberkahan dan kelebihan negeri Syam tidak akan pernah habisnya. Dalam hadits lain dijelaskan: “Rasul shalat Fajar (Subuh) kemudian ia menghadap jamaah sambil berkata: Ya Allah, berkahilah bagi kami dalam kota kami, dan berkahilah kota-kota kami dan berkahilah timbangan kami. Ya Allah, berkahi tanah Haram kami (Makkah) dan berkahilah negeri Syam kami. Maka tiba-tiba di antara hadirin ada yang berkata: di Irak? Maka Rasul diam. Lalu orang tersebut berkata lagi: dan di Irak kami? Maka Rasul tetap diam”.

Para sahabat Nabi pun, ujarnya, ketika meminta fatwa kepada Nabi dimana tempat yang bagus untuk tinggal setelah Nabi wafat, diarahkan Nabi agar tinggal di negeri Syam. “Tinggallah kalian di negeri Syam, sesungguhnya ia merupakan negeri pilihan Allah, dihuni oleh makhluk pilihan-Nya,” sabda Rasulullah.

Di akhir siaran ia berpesan agar umat Islam Indonesia percaya kepada Negara Indonesia yang besar. Potensi umat Islam yang ada di sini merupakan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam dunia. “Bersatulah jangan bercerai-berai, teruslah membangun kerukunan, karena kerukunan Indonesia sumbangan besar terciptanya perdamaian dunia, bukankah ummat Islam adalah yang terbesar di dunia? ” pungkasnya.

Sementara, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al Amanah Junwangi Krian Ust. H. Fahrizal Ischaq, Lc. M. Fil. I. dalam sambutannya menambahkan, bicara soal keberkahan dan kelebihan negeri Syam tidak akan pernah habisnya. Dalam kondisi umat Islam seperti sekarang saja, negeri Syam nampak berbeda jauh dari negeri-negeri Islam lainnya, khususnya karakter masyarakatnya. Hal tersebut tak terlepas dari doa dan kabar yang disampaikan baginda Rasul Muhammad Saw. Selain daripada itu kesabaran Ahlu Syam (baca; penduduk Suriah) sebagai kunci keberhasilan menghadapi konflik panjang di negeri tersebut, dan kalimat syukur tentunya, karena hari ini Suriah telah aman kembali. “Suriah membayar mahal atas ketidak rukunan ini, dan Alhamdulillah hari ini Negeri Syam telah membaik dan akan menjadi Suriah yang baru, Indonesia harus rukun dan terus membangun kerukunan” pungkas Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Suriah 2007-2008 ini. Di Akhir agenda setelah berdo'a akan keberkahan negeri Syam dan Indonesia KH. Nurcholis Misbah Pengasuh Pondok Junwangi mengucapkan terimakasih kasih tak terhingga kepada para tamu mulia yang datang ke Pondok Junwangi, "kebersamaan ini akan melahirkan keberkahan untuk pesantren, umat Islam dan Bangsa ini, Amin" pungkasnya.

Staf konsuler KBRI Damaskus Abdul Kholiq yang menemani kunjungan Dr Abdussalam Rajih menjelaskan, beberapa agenda kunjungan akan berlangsung hingga Desember. “Alasan beliau mau berkunjung ke Indonesia, karena beliau selalu memberikan perhatian kepada pelajar Indonesia, perhatian yang besar itu kurang sempurna, apabila tidak berkunjung ke Indonesia khususnya ke Jawa Timur, untuk melihat alumni yang berhasil menyelesaikan pendidikan di Damaskus kemudian melanjutkan dakwah di Jawa Timur,” ujar Kholiq. “Hari ini selain ke Radio Suara Muslim pada acara ranah publik, kami dan rombongan akan syuting dialog interaktif di TV9 yang difasilitasi oleh Walisantri Pondok Junwangi yang juga dosen dan pengamat media Bapak Hubby yang akrab dipanggil mas Bobby. Rabu (21/11) menghadiri undangan Pemprov Jawa Tengah untuk memberikan ceramah kepada seluruh ulama disana. Karena Wagub Jateng terpilih yang sekarang Taj Yasin Maimun Zubair adalah murid beliau ketika belajar di negeri Syam dulu. Serta ada pelaksanaan Daurah Hadis dan Ushul Fiqh di Gresik pada 24 November hingga 2 Desember tepatnya di Ponpes Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik,” tutupnya.

Semoga ummat Islam indonesia mengambil pelajaran penting dari kunjungan ini di tengah hiruk pikuk tahun politik ini, berbeda pilihan boleh, berkonflik NO, pilihan beda tapi tetap bersaudara dan rakyat Indonesia terus melakukan konsolidasi untuk membangun kerukunan dan persatuan sebagai bangsa yang besar dan berdaulat, sehingga tercipta negeri yang damai, rukun, adil dan Makmur di masa yang akan datang, yang mampu berdiri tegak bersaing di antar bangsa-bangsa lain. Amin.

 



Tinggalkan Komentar